bahaya kecemasan dan jalan keluar nya

on Sabtu, 20 Maret 2010

ini adalah kisah yg sangat berarti dari dr.william campbel yg merasakan kecemasan yg sangat berat.dan dia berhasil melaluinya.dan akan saya bagikan kepada anda agar bisa menjadi pencerahan atau motivasi bagi kita.ini adalah kisah yg di berikan nya :
Beberapa tahun yg lalu,saya menderita rasa sakit yg terus menerus di perut saya.saya akan terbangun dua sampai tiga kali dalam semalam,tidak bisa tidur karena sakit yg menyiksa ini.saya telah melihat ayah saya meninggal karena kanker perut,dan saya juga takut kalau saya juga menderita kanker perut,atau setidaknya penyakit maag.maka,saya pergi ke sebuah klinik untuk melakukan pemeriksaan.seorang spesialis perut terkenal memeriksa saya dengan menggunakan fluoroskop dan sinar-x di perut saya.ia member saya obat agar saya bisa tidur dan meyakinkan saya bahwa saya tidak menderita kanker perut ataupun penyakit maag.rasa sakit saya,katanya,disebabkan oleh ketegangan emosional.
Ia menceritakan kepada saya apa yg telah saya ketahui:saya terlalu cemas dengan segala sesuatu.saya senantiasa bekerja dibawah tekanan.saya tidak pernah bisa merasa rileks.saya selalu tegang,terburu-buru dan cemas.saya sampai pada titik dimana saya merasa cemas tentang segala sesuatu.saya hidup didalam tekanan terus menerus.saya benar-benar merasa kesakitan sehingga dengan senang hati saya mengikuti nasihat dokter.saya mulai mengurangi berbagai mcm kegiatan dan mulai benar-menikmati saat santai.
Suatu hari ketika saya sedang membersihkan meja saya,saya menemukan ide yg benar-benar sangat membantu.saya tengah merapikan tumpukan lama tentang pekerjaan-pekerjaan saya yg lalu-lalu dan permasalahan-permasalahan yg sudah lewat.saya mengumpulkan semuanya dan membuangnya ketempat sampah.tiba-tiba saya berhenti dan berkata kepada diri saya “will,mengapa kamu tidak melakukan hal yg sama dengan kecemasan kamu seperti apa yg sedang kamu lakukan dengan tumpukan catatan ini?mengapa kamu tidak mengumpulkan persoalan masa lalu dan membuangnya ketempat sampah??” ide itu memberi saya inspirasi dengan segera,memberi saya perasaan bahwa beban telah terangkat dari pundak saya.sejak hari itu hingga sekarang,saya telah menjadikan sebagai sebuah peraturan untuk membuang ketempat sampah semua masalah yg sudah tidak bisa saya lakukan apa-apa lagi dengannya.
Kemudian,pada suatu hari ketika sedang mengelap piring yg dicuci oleh istri saya,saya memperoleh ide lain.istri saya mencuci piring-pirng itu sambil bernyanyi.dan saya berkata kepada diri saya “lihat will,betapa bahagianya istri kamu saat ini”.kami telah menikah selama 18 tahun.anggap saja ketika pertama kami menikah,ia telah melihat kedepan dan menyaksikan semua piring kotor selama 18 tahun kedepan.tumpukan piring itu akan lebh besar dari gudang.apabila berpikir seperti itu semua wanita akan merasa takut dan segan.
Lalu saya berkata kepada diri saya sendiri,”alas an istri saya tidak keberatan mencuci piring-piring itu karena ia mencucinya sekali setiap waktu.saya melihat apa yg menjadi masalah saya yg membuat saya stress.saya mencoba mencuci piring kotor hari ini dan piring kotor hari kemarin ditambah dengan piring hari esok yg bahkan masih belum dipakai.
Saya melihat betapa bodohnya saya selama ini.saya menjalani kehidupan yg tegang,cemas dan terburu-buru.saya merasa bersalah menghancurkan diri saya sendiri.
Kecemasan tidak menggangu saya lagi.tidak ada lagi rasa sakit diperut.tidak ada lagi insomnia.saya sekarang meremas-remas kegelisahan masa lalu dan membuangnya ketempat sampah,dan saya telah berhenti mencuci piring kotor hari esok pada hari ini.
Dan kita semua harus mengingat “beban hari esok,ditambah dengan beban masa depan,lalu dibawa pada hari ini,akan menjadi batu sandungan yg paling kuat”. Mengapa kita harus repot-repot melakukan itu dan mencobanya?”.

RB

4 komentar:

vierrrrrrrrra mengatakan...

ceritanya bagus banget mas.....
sangat berarti....
salute,,,

wahw33d mengatakan...

dalam beberapa kasus, kecemasan berlebihan (anxiety disorde) sangat sulit disembuhkan karena sudah menembus level bawah sadar kita. saya sendiri merasakannya dan sangat sulit bangkit melawan kecemasan ini....

RB mengatakan...

thx yah....

RB mengatakan...

ya mas,memang berat.tapi bisa kita lawan koq dengan pikiran2 yg positif....perlahan2 pasti bisa mas.... cerita diatas ne juga bisa mas jadiin pemicu mas....
semua nya akan diselesaikan oleh waktu asalkan kita berpikiran positif...
sy jg pernah ngalami tuh dan sedikit mulai sedikit mulai bisa diatasi....tapi ga sekaligus kyk balikin telapak tangan...

Posting Komentar